Mengenal Antihistamin, Obat Pereda Alergi pada Bayi



alergi pada bayi
www.cekalergi.com
Alergi pada bayi khusunya alergi kulit tentu tidak menyenangkan. Saat mengalami alergi, kulit bisa tiba-tiba menjadi gatal dan memerah, mata membengkak atau bersin-bersin ketika berhadaoan dengan zat alergen penyebab alergi. Gejala akibat alergi bisa saja diredakan dengan mengonsumsi obat Antihistamin, jenis obat untuk pereda alergi makanan, serbuk sari serta serangga, alergi kulit, alergi mata, dll. Sayangnya, obat ini hanya bersungsi untuk mengurangi reaksi yang ditimbulkan oleh alergi, namun tidak bisa membebaskan alergi yang terlalu parah.

Cara Kerja Antihistamin

Sebenarnya tubuh kita memiliki zat histamin yang akan langsung bereaksi melawan virus dan bakteri yang asuk ke dalam tubuh. Akibatnya, tubuh mengalami peradangan atau inflamasi. Sayangnya, jika tubuhmu memiliki alergi, histamin tidak bisa membedakan zat yang berbahaya dan tidak.

Antihistamin berfungsi untuk menghentika histamin dalam memengaruhi sel tubuh untuk mengeluarkan reaksi alergi tersebut. Biasanya, obat ini bereaksi 1/2 jam setelah diminum. Dan efeknya baru bisa dirasakan setekah 1-2 jam dari waktu mengonsumsinya.

Jenis Antihistamin

Generasi pertama

Yaitu untuk menenangkan. Ketika diminum, obat ini bisa memberikan efek samping seperti pusing, mengantuk, konstipasi, mulut kering, oenglihatan buram dan sulit untuk mengosongkan kandung kemih. Jenis-jenis generasi pertama, antara lain clemastine, alimemazine, chlorphenamine, cyroheptadine, hydroxyzine, ketotifen, dan promethazine.

Generasi Kedua

Antihistamin jenis ini tidak memiliki efek penenang. Saat diminum, efek mengantuk tidak akant erasa seperti pada generasi pertama. Meski demikian, tetap saja harus waspada setelah meminimnya. Hindari mengemudi dan mengoperasikan alat berat karena efek emngantuk bisa mungkin terjadi, seperti mulut kering, sakit kepala, hidung kering, dan merasa mual.

Cara Tepat Mengatasi Alergi Kulit pada Anak



alergi pada anak | alergi anak
www.cekalergi.com

Jika sudah terlanjur terkena dermatitis kulit, maka harus segera untuk diobati dengan cara berikut ini:

1. Bersihkan kulit, terutama pada bagian yang terkena ruam dengan menggunakan air hangat agar iritasi bisa segera mereda. Kamu juga bisa menggunakan sabun yang lembut sedikit atau tidak sama sekali. Tapi jangan pernah gunakan cara ini jika peyebab dari ruam itu sendiri adalah karena terlalu sering menggosok kulit atau sering terkena air.

2. Cara ampuh lainnya adalah dengan menghindarkan kulit dari penyebab  dermatitis kontak alergi kulit atau iritasi. Kenali penyebab alergi anak, lalu jauhkan kulit dari benda-benda yang berpotensi untuk bisa menimbulkan dermatitis dan ruam pada kulit.

3. Jika memang ternyata tidak bisa menghindari kontak dengan penyebab alergi pada anak, maka bisa gunakan krim penghalang. Krim penghalang bisa saja mencegah iritasi menyentuh kulit bisa dermatitis yang disebabkan oleh bahan yang memang susah untuk dihindari.

4. Minum Antihistamin sebelum tidur untuk mengobati rasa gatal parah, obat tidur antihistamin, seperti Benadryl untuk meredakan rasa gatal, sehingga tidak perlu menggaruk saat tidur.

5. Gunakan lotion, salep atau krim pelembap lainnya tiga-empat jam pada kulit yang sangat kering.

6. Oleskan krim kortikostreoid untuk kasus alergi yang lebih parah. Obat ini bisa dibeli dengan atau tanpa resep dokter.

7. Untuk mengurangi gejala lain yang mungkin muncul adalah dengan mandi dengan air hangat dicampur dengan gandum koloid. Meski tidak menyembuhkan, cara ini bisa meringankan gejala yang muncul.

Untuk kasus yang lebih serius setelah 2-3 minggu perawatan, maka kamu harus segera mengunjungi dan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk pengobatan fototerapi, imunosupresan atau pengobatan lainnya.

Pengertian Dermatitis/Alergi Kulit, Penyakit Alergi pada Anak



Dermatitis adalah salah satu penyakit alergi pada anak yang menyerang kulit, seperti kulit kering dan gatal sampai ruam terik yang sangat parah. Memang alergi pada anak seperti ini tidak menular dan membahayakan. Tetapi, dermatitis bisa menjadi penyebab seseorang menjadi tidak percaya diri dan tidak nyaman. Dermatitis selalu berhubungan dengan kulit yang diakibatkan karena kekeringan yang sangat berat, menggaruk, zat iritasi, hingga alergi.

penyakit alergi pada anak | alergi pada anak
www.cekalergi.com

Bedanya adalah, dermatitis kontak iritan disebabkan karena bahan seperti detergen, bahan pelarut, pelumas, dan bahan kimia lain yang bersifat asam maupun basa dan serbuk kayu. Lain halnya dengan dermatitis kontak alergi yang disebabkan proses imunologi, biasanya penderita memiliki riwayat alergi ataupun atopik.

Cara paling ampuh untuk mengobati dermatitis kontak adalah sebabiknya saat mencuci menggunakan tanpa menggunakan sarung tangan atau sepatu boot agar dermatitis kontak iritan tidak terjadi.

Untuk dermatitis kontak alergi bisa dilakukan uji tempel, sehingga bisa diketahui pada kontak apa saja yang bisa menyebabkan alergi pada kulit. Pada kasus ini, sebaiknya jangan terlalu sering digaruk dengan keras karena bisa menyebabkan infeksi sekunder karena garukan.

Jika dikaitkan dengan hal medis, dermatitis bisa diberikan histamin sebagai pengurang rasa gatal. Lalu juga bisa diberikan salep kortikosteroid yang berbeda pada setiap lapisan kulit. Jika ada infekksi sekunder penting diberikan salep antibiotik, sebaiknya para penderita dermatitis kulit segera mengonsultasikannya ke dokter.

Ciri-Ciri dan Reaksi Alergi Anak Terhadap Gigitan Serangga


Penyakit Alergi Pada Anak | Alergi Anak | Alergi Pada Anak
www.cekalergi.com
Secara tak sadar ternyata di lingkungan sekitar kita terdapat banyak sekali serangga yang mengintai keluarga kita tercinta. Bunda wajib untuk terus waspada terhadap serangan serangga yang bisa saja membuat si kecil menjadi sakit hingga mengalami alergi. Oleh karena itu, kebersihan dan keamanan dari si kecil harus menjadi prioritas bagi Bunda. Berikut ini adalah beberapa ciri dan reaksi alergi pada anak yang disebabkan oleh gigitan serangga.

Ciri-Ciri Alergi Gigitan Serangga

Alergi anak yang disebabkan oleh gigitan serangga bisa dengan mudah Bunda amati. Ciri utamanya adalah munculnya ruam dan gatal-gatal pada beberapa bagian tubuh. Reaksi alergi ni biasanya ditandai dengan gatal yang teramat sangat pada beberapa bagian tubuh. Selain itu, reaksi tambahan seperti mual dan muntah juga bisa muncul jika kondisi tubuh si kecils sedang kurang baik. Karena dampaknya yang kurang baik bagi kesehatan maka Bunda wajib untuk menjaga kondisi kesehatan si kecil.

Menangani Alergi Gigitan Serangga


Cara termudah untuk menangani gigitan serangga adalah dengan memberikan losion anti serangga. Namun, sebelumnya lebih baik untuk mencuci bagian tubuh yang terkena gigitan serangga. Bagian ini cukup dibersihkan dengan menggunakan air dan sabun atau larutan alkohol. Jika sudah bersih maka Bunda bisa mengoleskan obat anti alergi agar gejala alerginya cepat hilang. Jika diperlukan maka Bunda bisa membawa si kecil ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Cegah Alergi Anak Akibat Kacang dengan Cara Ini


Alergi Pada Anak | Alergi Anak

Alergi anak akibat kacang adalah salah satu jenis alergi pada anak yang paling umum dan sering menyerang anak. Kacang tanah sendiri bisa digolongkan sebagai alergen kuat, hampir sama seperti dengan seafood yang merupakan alergen kuat. Karena anak-anak sangat rentan untuk terserang alergi kacang, maka Bunda wajib untuk selalu waspada akan kemungkinan ini. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana untuk mencegah alergi kacang tanah pada anak ini.

Selalu Waspada Terhadap Makanan yang Akan Dikonsumsi oleh Anak

Cara utama untuk mencegah alergi ini adalah dengan memeriksa kandungan dari makanan yang akan dikonsumsi oleh anak. Jika Bunda akan memberikan makanan dalam kemasan pada si kecil maka Bunda harus memeriksa label makanan dengan sangat teliti. Jika dalam label makanan tertera bahwa makanan tersebut mengandung kacang tanah maka hindarkan produk tersebut dari jangkauan si kecil.

Hati-Hati dalam Memesan Makanan di Rumah Makan

Hal terpenting berikutnya adalah Bunda harus berhati-hati saat memesan makanan di restoran atau rumah makan. Jika diperlukan maka Bunda harus menanyakan kandungan di dalam makanan yang akan dipesan. Jika di dalam makanan tersebut terkandung kacang tanah maka Bunda harus menghindari menu makanan tersebut.

Utamakan Untuk Memasak Makanan Sendiri


Jika Bunda memiliki seorang anak yang alergi terhadap kacang tanah maka ada baiknya untuk menghindari membeli makanan dari luar. Hal ini untuk menghindari kemungkinan adanya kandungan kacang tanah di dalam makanan yang disediakan oleh rumah makan. Untuk meminimalisir hal ini maka ada baiknya bagi Bunda untuk memasak makanan sendiri di rumah untuk si kecil.

Gejala Alergi pada Anak di Kulit



Beberapa penyakit alergi pada anak mengalami reaksi yang muncul secara jelas di kulit. Hal ini bisa terjadi akibat sentuhan langsung dengan alergennya. Selain melalui sentuhan, gejala alergi yang muncul di kulit biasanya juga disebabkan oleh alergi makanan. Ada dua gejala umum alergi pada anak, setidaknya reaksi alergi di kulit ialah kemunculan eksim dan utikaria.

penyakit alergi pada anak | alergi pada anak

Eksim

Eksim adalah kulit yang meradang akibat bakteri yang berkembang di kulit. Karakteristik eksim berupa kumpulan lepuhan berwarna merah di atas kulit, kemudian pecah dan mengeluarkan cairan penyebab gatal.

Utikaria

Gejala alergi ini biasanya terjadi pada kulit yang berubah menjadi merah pucat serta benjol bengkak di beberapa bagian yang mengalami kontak langsung dengan alergen. Saar mengalami utikaria, kulit akan terasa sangat gatal dan kadang rasanya seperti terbakar atau tersengat.

Tanda-tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula

Jika bayi tidak cocok dengan susu formula biasanya ia akan menunjukkan beberapa gejala yang mungkin akan mengganggu waktu istirahatnya. Berikut tanda-tandanya:

www.cekalergi.com

Gangguan Saluran Pencernaan

Saat bayi tidak cocok dengan susu formula, maka Ibu akan melihat beberapa tanda-tanda seperti bayi sering muntah, perut bayi jadi kembung, sering buang angin, suka ngeden, rewel dan gelisah terutama pada malam hari. Biasanya, bayi juga menunjukkan reaksi sering BAB hingga lebih dari 3x sehari. Atau ajarang buang air dan fesesnya berwarna hijau, bau, keras, cair atau berdarah.

Kulit Sensitif

Gejala pada kulit yang bisa dilihat adalah timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di bagian pipi, telinga dan bagian ruam popok atau yang tertutup popok. Biasanya juga ada kerak di daerah rambutnya, seperti hitam bekas gigitan nyamuk.

Gangguan Lidah

Pada lidah, Ibu bisa melihat rona putih yang seringkali muncul seperti jamur. Bibir anak biasanya terlihat kering dan bibir bagian tengah berwarna lebih gelap, serta gusi dalam seperti bengkak.

Gangguan Pernapasan

Sesekali, Ibu bisa memperhatikan apakah ada suara grok-grok yang muncul disertai dengan batuk terutama pada waktu malam dan pagi hari.


Untuk mengatasi alergi seperti ini bukan berarti Bunda tidak memberikan susu pada Si Kecil. Pasalnya susu memiliki peran penting bagi pertumbuhan anak.Untuk itu, Bunda bisa mencoba memberikan Susu alergi pada anak. Bunda hanya perlu lebih teliti ketika memilih susu untuk bayi alergi.