Tampil Tangguh Bersama Nissan X-Trail




Nissan merupakan perusahaan yang meramaikan pasar otomotif di Indonesia pertama dengan merek Datsun. Perushaan ini resmi masuk ke Indonedia pada tahun 1969 melalui Agen Tunggal Resmi yaitu PT. IndoKaya. Seiring perkembangan Perusahaan Nissan terus berkembang hinggal pada saat ini Nissan mengeluarkan produk yang bernama Nissan X-Trail Mobil SUV Tangguh dan Sporty Terbaik , tidak sama seperti pada era 60 , 70 , 90 sampai era 2000an , Perusahaan Nissan pada era saat ini mengeluarkan mobil dengan berbagai fitur dan kelebihan dibandingkan dengan merek dari Perusahaan lain. seperti produk yang satu ini yakni Nissan X-Trail

Nissan X-Trail Mobil SUV merupakan mobil yang tergolong ke dalam type SUV (Sport Utility Vehicle) dengan berbagai kelebihan dan pastinya Tangguh dan Sporty , mengulas mengenai embel embel Tangguh dan Sporty yaitu yang pertama Tangguh : Tergolong kedalam Mobil Jeep yang bisa menembus berbagai rintangan jalanan yang ada di Indonesia dengan Double Cabin. Sporty : Tergolong ke dalam Mobil Sedan yang terkenal Sporty dan Elegant dengan body yang sangat unik dan terlihat seperti mobil premium.

X-Trail – Bagi anda yang datang ke IMS 2014 lalu , pasti melihat bahwa animo masyarakat tentang mobil ini begitu hebat , pada saat peluncuran seminggu pertama sejak peluncuran mobil ini sudah laku 1000 Unit , bahkan ketika IMS sampai 2000 unit laris terjual , harganya memang menjadi salah satu faktor dengan 431 juta anda sudah bisa mendapatkan type termahal X-Trail yang berkekuatan 2500 cc tepatnya 2480 cc dengan tenaga 171 Dk , dan torsi 228 Nm sedangkan rivalnya seperti CX5 atau honda CRV type termahalnya mencapai 45o juta lebih menarik lagi pada saat pertama perluncuran hingga IMS Nissan Mendiscount, memotong harganya hingga 30 juta sehingga anda bisa mendapatkannya hanya dengan 403 Juta rupiah.

Langsung kita bahas lebih lanjut , lampu mobil ini bukan hanya modelnya yang menyudut yang modern tapi juga di lengkapi dengan DRL dibagian bawah dan samping LED , kemudian lampu yang digunakan bukan hanya sekedar lampu proyektor tapi adalah kampu HID tapi bukan hanya untuk lampu dekat , tapi juga untuk lampu jauhnya , bentuk lampu belakang yang membuat X-Trail terbaru tidak seperti X-Trail dengan ciri khasnya karena biasanya mobil ini memiliki lampu vertikal keatas sekarang dirubah menjadi horizontal.

Kemudian masalah ban, velgnya menggunakan alumunium dengan desain yang baik dan ini adalah ban 18 inchi dengan lebar 225mm artinya setara dengan rivalnya seperti CRV. kejutan pertama datang dari bagasinya , yang memiliki bagasi elektrik memang ada sedikit lama membukanya tapi ini tidak dimiliki oleh kompetitornya , anda juga mendapatkan bagasi yang luas. X-Trail juga memiliki bangku tambahan dibelakang , dengan mobil ini anda bisa membawa 7 orang.

Bangku tengah dari X-Trail ini cukup akomodatif dan lega , dan sandaran juga bisa diatur sesuai kemauan, lantas juga juga disediakan ventilasi AC dibelakang, sehingga penumpang belakang juga bisa merasakan dinginnya AC , sandaran tangan juga bisa anda buka pada bangku Nissan X-Trail ini. apabila sandaran tangan dilipat maka akan bisa menjadi bangku lagi .

Pada Mobil SUV lainnya anda hanya diberikan 5 Bangku , sedangkan untuk Nissan X-Trail Mobil SUV ini kamu akan diberikan bagasi yang bisa disula pmenjadi tempat duduk, Mobil Nissan X-Trail Mobil SUV ini dilengkapi dengan seatbelt 3 titik dan juga mempunyai 4 buah cup holder di depan dan 4 cup holder di tengah dan 2 buah cupholder di belakang.





Ketangguhan Nissan X-Trail




Dari luar, pembeda versi 2.5 dan 2.0 ha­nyalah pada side body moulding di bawah pintu samping dan pelek alloy lebih kecil 1 inci. Masuk ke dalam, bangkunya masih menggunakan bahan fabric. Pengatur jok elektris masih disematkan sehingga memudahkan ketika mencari posisi mengemudi pa­ling pas.

Di dasbor, pembeda lainnya adalah tidak digunakannya pengatur AC climate dan hilangnya panel bermotif serat karbon. Dari kemudi, cruise control tidak lagi mendampingi pengatur audio dan menu MID di sisi kiri setir.

Selebihnya sama. Termasuk desain panel instrumen yang modern dan informatif. Tak ke­tinggalan pula Around View Monitor. Pembuka bagasi elektris juga masih ada, serta ada mode ECO untuk mengemudi ekonomis. Asyiknya, cup holder di konsol tengah memiliki kisi pendingin.

Senjata andalah 2 kursi paling belakang juga masih disematkan. Terlepas kurang mewah tanpa balutan jok kulit, namun kami melihat sajian kabin versi 2.0 ini sudah memadai untuk sebuah city cruiser.

X-Trail memakai mesin serupa milik Serena, yakni unit berkode MR20DD 1.997 cc 4-silinder de­ngan sistem injeksi BBM langsung dan dual katup variabel. Meski tenaganya sama dengan 147 dk, tapi X-Trail mengailnya di putaran lebih tinggi 400 rpm, yaitu 6.000 rpm. Sedangkan torsinya sama, yaitu 206 Nm pada 4.400 rpm.

Memang, Serena dan X-Trail tidak bisa diban­dingkan head to head. Tapi sebagai gambaran, X-Trail 2.0 butuh waktu 11,7 detik untuk menuntaskan sprint 0-100 km/jam. Sedangkan Serena hanya 11,4 detik. Jauh dari X-Trail 2.5 yang menyentuh 9,5 detik.

Bicara karakter ber­kendara, semuanya mirip. Sudah menjadi cirikhas transmisi CVT, cukup sulit menggali tenaga saat start. Lebih terasa ketika mode ECO diaktifkan. Mendekati putaran mesin 2.000 rpm barulah pengemudi merasakan nikmatnya tenaga yang tersalurkan.

Nah, di putaran menengah, tenaganya terasa lebih berisi. Ia lebih mudah diajak overtaking. Kami melihat Nissan lebih mengutamakan kehalusan berkendara ketimbang performa. Setir ringan memudahkan saat manuver di kecepatan rendah tapi mengurangi rasa ketika kecepatan tinggi. Sedikit catatan pada sistem suspensi.

X-Trail 2.0 CVT sanggup mencetak 9,8 km/l, hanya kalah 0,2 km/l dari X-Trail 2.5 dengan tenaga lebih besar di dalam kota. Bahkan lebih baik dari Serena 2.0 yang hanya 9,2 km/l. Ketika di jalan tol ia mampu mencatat konsumsi BBM 15,7 km/l. Sebagai catatan, X-Trail 2.5 meraih 16,5 km/l dan Serena hanya 14,6 km/l.

Menarik menelaah putaran mesin masing-masing model saat cruising di 100 km/jam. X-Trail 2.5 paling rendah dengan 1.600 rpm, diikuti oleh X-Trail 2.0 dengan 1.800 rpm, dan Serena dengan 2.000 rpm. Hal itu menegaskan figur yang berhasil diraih. Terlepas pelek Serena hanya 16 inci.

Fitur keselamatan tipe 2.0 tidak ada yang dikurangi dari tipe 2.5. Dipadu karakter transmisi CVT yang santun, keliaran potensi tenaganya seperti dijaga agar tidak sampai keluar sepenuhnya. Memang lebih aman, tapi terasa kurang na­tural dan di bawah ekspektasi kami. Selain itu, saat mobil terantuk lubang atau mengenai tonjolan seperti polisi tidur di kecepatan lebih tinggi dari sewajarnya, timbul bunyi tumbukan yang cukup mengganggu.

Namun dari segi pemakai, value yang ditawarkan oleh X-Trail 2.0 CVT sangatlah menggoda. Hanya sedikit dikurangi fitur kenyamanan, tapi masih dengan fitur keselamatan lengkap. Memang kalah tenaga dari versi 2.5, tapi untuk sebuah penjelajah kota ia sudah lebih dari cukup. Sayang harganya sudah menyentuh Rp 413 juta.